Uncategorized

Napak Tilas Masjid Megah Di Kota Makassar

Masjid Amirul Mukminin, sebuah bangunan masjid dengan yang mempunyai keunikan tersendiri, masjid megah  ini juga merupakan salah satu bangunan masjid yang di bangun dengan cara terapung yang mana hal ini sangat langka dulunya dan satu satu nya yang berada di Indonesia di mana lokasi masjid ini terletak di sebelah timur laut Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Napak Tilas Masjid Megah Di Kota Makassar

Masjid ini dibangun karena munculnya sebuah ide dan juga berbagai opini yang di lontarkan oleh walikota Makassar kala itu, yang ingin memperkaya khazanah dan menambah landmark di kota Makassar dan juga menambah nuansa keagamaan di kota Makassar.

Meskipun konsep ini dibuat secara sederhana, tetapi ketika masjid ini selesai dibangun, hasilnya sangat luar biasa, yang mana masjid ini juga sempat untuk menggabungkan pariwisata religius ke dalam bentuk lanskap dan juga keberadaan aspek ekonomi lah yang cukup menjanjikan kemudian dengan begitu maka masyarakat yang umumnya sangat religius dan akan takjub dan larut dalam momen yang sangat indah.

Maka Anda bisa membayangkan ketika Anda sedang menunggu shalat Magrib, maka Anda juga akan melihat begitu indahnya panorama yang ada di Kota Makassar dan juga anda dengan mudah dapat menikmati matahari terbenam sambil ditemani dengan pemandangan yang menakjubkan.

Keunikan Masjid Amirul Mukminin

Nama masjid yang dapat menampung sekitar 500 jamaah melambangkan Asmaul Husana. Al Makazzary sendiri melambangkan salah satu imam besar Masjid Agung Sheikh Yusuf. Mengingat ukurannya, masjid ini tentunya memiliki beberapa lantai.

Tentu saja, dikatakan bahwa Masjid Amirul Mukminin adalah masjid lantai tiga yang semuanya didukung oleh 164 tiang dan mencakup area seluas 1.683 m2.

Di depan lantai teras tempat ini terletak tepat di bawah Kubah Masjid dan merupakan tempat sebagian besar penduduk menciptakan kembali, seperti menonton matahari terbenam di Pantai Losari.

Lantai paling atas dari  masjid ini adalah salah satu tempat khusus bagi pengunjung yang ingin sholat lebih khusyuk. Lantai kedua masjid juga digunakan khusus untuk para jamaah perempuan dan kemudian di bagian lantai bawah untuk sholat jamaah laki-laki. 

Di lantai bawah ada juga tempat untuk laki-laki mencuci tangan dan berwudhu yang berada di sebelah kanan, sedangkan untuk toilet  perempuan berada di sebelah kiri masjid.

Selain itu, di bagian utama masjid terdapat juga kubah dengan diameter hingga sembilan meter yang di bagian bawah pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai dan tempat yang cocok untuk mengabadikan momen. Pengunjung juga dapat pergi ke kubah melalui dua langkah samping di sekitar masjid.

Tata letaknya sendiri menjelaskan bahwa masjid terapung Amirul Mukminin di Makassar memang satu-satunya masjid di Indonesia dan di dunia yang dibangun sejauh ini di tengah laut. Meski demikian, masjid yang mirip bangunan masjid juga banyak dibangun di Indonesia dan juga telah menyebar cukup luas di seluruh dunia dan tampaknya menjadi tren baru dalam pembangunan masjid saat ini.

Sebelumnya, di Indonesia sendiri ada beberapa bangunan masjid terapung, misalnya, Masjid Al-Munawaroh di Kota Ternate, kemudian ada juga Masjid Amirul Mu’minin di Makassar, dan lainnya, sedangkan di luar negeri yang paling terkenal adalah di antaranya masjid terapung Ar-Rahmah di mana masjid mengapung di kota Laut Merah Jeddah, Arab Saudi dan Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko yang tampaknya mengambang di Atlantik Utara.

Bagaimanapun juga, akan terlihat jelas dari kejauhan bahwa bangunan masjid ini tampak mengapung ketika berada di permukaan laut dan di tengah pantai Losari, dengan posisinya yang kemudian menyebutnya sebagai masjid terapung. Meskipun sebenarnya masjid ini tidak benar-benar dalam keadaan terapung dan juga tidak berdiri di atas air laut, tetapi hanya berdiri di ulayat atas dengan tambahan berupa pilar beton bertulang yang tertanam di dasar laut.

Proses pembangunan Masjid Amirul Mukminin Kota Makassar

Sebenarnya proses pembangunan masjid terapung Amirul Mukminin yang ada di kota Makassar ini secara resmi mulai di bangun padatahun lalu pada tahun 2010 dan baru selesai dan juga didedikasikan hampir delapan tahun kemudian, yaitu tepat pada tahun 2018. 

Proses pembangunan masjid ini merupakan proses yang di nilai sangat  panjang dengan segala macam konflik dan pertikaian yang terjadi antar warga dan juga adanya sebuah hambatan  kecil serta terjadi berbagai masalah antar internal warga dan ustad itu sendiri. 

Mega proyek yang ambisius, ini telah menerima kritik dan kontroversi setidaknya beberapa kali dan bahkan telah menyebabkan penolakan terhadap beberapa lapisan elemen masyarakat Kota Makassar.

Sejak pengumuman konstruksi awal, ada beberapa komentar tidak ramah yang telah melayang di tengah masyarakat kepada para pemimpin di Makassar dan Sulawesi Selatan, termasuk nilai proyek yang diperkirakan menelan biaya Rp. 230 milyar Rupiah.

Nilai sebesar itu dinilai lebih menguntungkan jika dimaksimalkan untuk membangun sarana dan prasarana yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kota Makassar, dipadukan dengan keberatan dari pengamat dan juga pemerhati lingkungan.

Proses konstruksi dimulai dengan desain pada pilar pertama yang berlangsung pada hari Selasa, 17 Agustus 2010, dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Bpk. Nur Alam, dan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Saleh Lasata , Walikota Makassar Ir. Asrun, Wakil Ketua DPRD, La Pili, pejabat Muspida dan mantan Menteri Agama, Prof. Dr. ir. Kata Agil Al Munawar.

Secara spesifik Masjid Amirul Mukminin ini merupakan sebuah bangunan masjid yang sangat indah, menurut ungkapan dari salah satu pihak Kontraktor Kubah Masjid Enamel menjelaskan bahwa masjid Amirul Mukminin  ini mempunyai Kubah Masjid Enamel yang cukup kokoh dan sangat megah,pemilihan bahan enamel ini juga sebuah pilihan yang sangat tepat,yang mana bahan enamel ini merupakan bahan yang sangat umum untuk diaplikasikan pada Kubah Masjid dengan arsitektur terbaik di kalangan nya.

Sumber keuangan untuk Masjid Amirul Mukminin

DPRK, bersama dengan kabupaten, memiliki kesempatan untuk mengalokasikan 10 miliar dana APBD untuk kebutuhan dan pembangunan tiang pancang Masjid Amirul Mukminin, yang semuanya mencapai total 809 tiang yang akan segera berada di Teluk Makassar tersengat hingga kedalaman 30 meter. Untuk fase pertama, itu terjadi pada 2010 dan 37 tiang dibangun.

Total waktu yang harus direncanakan untuk menyelesaikan pembangunan masjid adalah sekitar empat tahun. Selain itu, ada juga bangunan masjid kecil di daerah dekat Masjid Amirul Mukminin, di mana selain tempat shalat masjid juga bisa dijadikan jalan penghubung hingga 1,6 kilometer yang juga dibangun untuk menghubungkan kota daratan Makassar dengan kota ini. kompleks masjid. 

Nilai proyek pembangunan masjid ini memang fantastis, hingga waktu sholat subuh di masjid ini, biaya konstruksinya sekitar Rp. 250 miliar rupiah, dan ketika pertama kali digunakan, pengembang masjid amir al-mu’minin adalah proyek yang menghabiskan biaya hingga Rp. 450 miliar dan total dana seluruhnya berasal dari anggaran provinsi Sulawesi Selatan