Uncategorized

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral dalam Catatan Sejarah Bangsa Indonesia

Masjid Istiqlal adalah sebuah masjid megah yang berada di wilayah negara Republik Indonesia, masjid istiqlal ini juga sempat   mewakili warga Muslim di Kota Jakarta dan di Indonesia. Karena memiliki status terhormat ini, maka sudah di pastikan bahwa masjid ini harus bisa menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan menggambarkan semangat perjuangan kemerdekaan.

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral dalam Catatan Sejarah Bangsa Indonesia

Pada tanggal 7 April 1952, atas usul Menteri Sosial Syamsudin, mereka secara resmi mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Islam (YPI), yang nantinya Pondok ini akan menampung bangunan masjid dan juga sekolah. 

Kementerian Agama memberikan sejumlah kecil insentif, sementara Gubernur Jakarta menyumbang empat hektar tanah di pinggiran Kebayoran Baru. 

Baca Juga: Arsitektur Kubah Masjid Yang Megah

Pada saat masjid ini sudah selesai, di pugar maka setelah itu masjid ini akan menjadi masjid yang terbesar di Kota Jakarta. setidaknya sekitar 2,15 hektar lahan hanya untuk area parkir saja, yang dapat menampung sekitar 800 kendaraan sekaligus melalui 7 gerbang yang ada. Kualitas aspal untuk halaman, parkir dan jalan dibuat dengan metode aspal kelas satu.

Di sisi utara cabang barat, sebuah gerbang kunci dibangun di era kolonial Hindia Belanda. Wahid Hasyim, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam, mengadakan sebuah pertemuan dengan beberapa pemimpin Muslim yang dijadwalkan berada di Deca Park, sebuah bangunan gereja yang ada di Jalan Merdeka Utara, lokasi tersebut tidak jauh dari Merdeka istana. Bangunan gereja di sebelah Istana Merdeka sekarang menjadi sejarah. Taman bernama Deca dan juga beberapa bangunan lainnya segera dipindahkan ketika proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas) sudah resmi dimulai.

Ini adalah simbol pelabuhan Sunda Kelapa, tempat para pedagang Islam di masa lalu berdagang dan mendistribusikan hukum Islam. Dua Makam Cina Berdasarkan sejarah masjid yang direvisi sebelumnya, tempat ibadah umat Muslim didirikan oleh orang-orang keturunan Cina selama era kolonial Belanda pada tahun 1786. 

Pemerintah kota Jakarta Barat dan pasukan keamanan baru mampu meyakinkan jamaah yang terisolasi di Masjid Jami Kebon. Orange, Jakarta Barat, sedang dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang ada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Masjid Jakarta Islamic Center sendiri pada masa itu sudah memiliki gedung yang cukup megah dan tentu  begitu mewah dan indah pada zaman nya. Masjid ini menunjukkan citra positif Islam, nilai iman dan kesalehan yang bersinar yang menenangkan hati nurani dan hati.

Masjid ini dibangun sebagai bentuk ungkapan dan juga wujud syukur rasa terima kasih kepada mayoritas Muslim yang ada Indonesia, atas berkah dan rahmat Allah SWT yang menganugerahkan nikmat kemerdekaan, dan tentunya bebas dari cengkeraman para penjajah. Itulah sebabnya masjid ini disebut “Istiqlal”, yang berarti “kebebasan” dalam bahasa Arab.

Masjid di Jalan Taman Sunda Kelapa didirikan pada tahun 1970-an melalui tangan arsitek Abbas dalam berbagai gaya arsitektur dan interior.

Tidak seperti kebanyakan masjid, Masjid Agung Sunda Kelapa tidak memiliki kubah, gendang, bintang bulan, dan serangkaian simbol yang sering ditemukan di sebuah masjid.

Karena halaman Masjid Istiqlal dikelilingi oleh sungi-sungai buatan, serta terdapat tiga buah jembatan yang cukup besar yang telah dibangun dengan cukup lebar sekitar 18,6 meter dan panjang sekitar 21 hingga 25 meter. Ditambah jembatan penyeberangan kecil, rangka jembatan ini juga terbuat dari stainless steel.

Tepatnya di taman ini, aliran Sungai Ciliwung bercabang, cabang ke barat mengarah ke Harmoni, Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk dan Kota Tua Jakarta, sedangkan cabang di sebelah timur menuju Pasar Baru, Gunung Sahari dan Ancol mengarah.