Uncategorized

Daftar Masjid Bersejarah dan Termegah Di Kota Padang

Di bagian kota Padang juga memiliki sebuah bangunan masjid yang sangat indah dan terlihat megah sekali, yang mana masing-masing masjid ini juga mendapat tempat yang sangat strategis dan mudah terjangkau oleh kendaraan umum yang mana dengan begitu dapat  menambah daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi masjid-masjid terbesar di Kota Medan.

Masjid Agung Sumatra Barat

Masjid Agung Sumatra Barat adalah masjid terbesar di Sumatera Barat. Masjid di Jl Khatib Sulaiman, Padang Utara, selesai dibangun pada 4 Januari 2019.

Daftar Masjid Bersejarah dan Termegah Di Kota Padang

Masjid Agung Sumatra Barat adalah tuan rumah dari acara-acara besar seperti tabli besar, pertemuan peziarah, sholat Ied dan sholat Jumat reguler mingguan.

Masjid Agung Sumatra Barat dapat menampung sekitar 5.000 hingga 6.000 orang.

Masjid yang terletak di Kompleks Universitas Baiturrahmah Jl By Pass KM 15 Aie Pacah, Koto Tangah, Padang, berbatasan dengan rumah sakit Islam Siti Rahmah.

Pada siang hari, masjid, juga dikenal sebagai Masjid Hijau, dihiasi dengan air mancur dan tempat parkir yang luas. Banyak yang menjadikan Masjid Baiturrahmah sebagai salah satu masjid dalam perjalanan spiritual.

Akibatnya, kerajaan Sumatra Barat secara resmi dibangun pada 2007 dan dari tahun 2016. Orang-orang yang pada saat yang sama disebut Muslim Muslim. Itu hanya akan disebabkan oleh beberapa kontes desain masjid, di mana setidaknya 323 sekaligus.

Bahkan, bahwa kerajaan Sumatera Barat dan Barat di provinsi Sumatera Utara, masjid itu di tengah provinsi di Sumatera Barat.

Dan dengan itu, ini adalah masjid terpisah untuk pulau dari pulau dan kemudian di bulan dengan Masjid Minangkai.

Masjid Lil Alamin Rahmatan

Masjid di Kompleks Universitas Putra Indonesia, Padang terletak di Jl Lubuk Begalung Nan XX, Lubuk Begalung, Padang ditahbiskan oleh Imam Masjid Haram Shaykh Dr. Hasan Bin Abdul Hamid Bukhori.

Masjid, yang berada di sebelah Universitas UPPT YPTK di Padang, menarik banyak perhatian karena masjid didominasi oleh warna kuning keemasan.

Masjid Agung Gantiang

Masjid di Jl Gantiang No. 16, Desa Parak Gadang, Padang adalah masjid yang lebih tua di Padang dan salah satu masjid tertua di Indonesia.

Masjid ini dibangun pada tahun 1805 dan selesai pada tahun 1810. Masjid ini adalah salah satu bangunan yang utuh dari tsunami pada tahun 1833.

Luas bangunan yang kurang dari seperlima luas daratan, menyisakan taman besar yang bisa menampung banyak jamaah saat sholat Ied dan Idul Adha. Halaman itu ditutupi dengan besi dan berbatasan dengan jalan raya di timur dan utara. Di selatan dan belakang masjid ada beberapa kuburan, termasuk makam Angku Sheikh Haji Uma, satu dari tiga orang yang memprakarsai pembangunan masjid ini. Lantai telah diganti dengan semen setelah mengganti semen yang diperoleh dari luar negeri (Jerman).

Pada tahun 1810, Masjid Agung Ganting dipersiapkan dalam keadaan darurat dengan keadaan bangunan. Lantainya hanya terbuat dari plester dan diplester dengan tanah liat karena belum ada semen yang didapat.

Di bawah kepemimpinan Kapten Lo Chian Ko, etnis Tionghoa membantu memobilisasi pengrajin Cina untuk mengerjakan kubah yang dibuat di alun-alun kedelapan, seperti atap kuil.

Demikian juga, di mihrab, tempat imam membaca doa dan khotbah, ukiran menyerupai ukiran Cina. Di tengah masjid juga dibangun sebuah muzawir berukuran 4 × 4 m² dalam bentuk platform kayu dan diukir dengan Cina. Muzawir berfungsi sebagai tempat untuk melafalkan panggilan imam untuk berdoa dan berbicara sehingga jemaat dapat mengikuti gerakan imam.